Teori Perkembangan Erikson
Erikson adalah seorang tokoh sentral dalam teori psikoanalitik kontemporer. Ia menekankan hubungan sosial antara anak-anak, bukan proses tak sadar. Pandangan erikoson yang sanngat penting adalah tentang tahap-tahap perkembangan.
Tahap-tahap perkembangan menurut Erikson :
| Priode waktu | Krisis kehidupan | Tugas perkembangan |
| Masa bayi (0-1 tahun) | Kepercayaan versus kecurigaan | Mengembangkan kepercayaan terhadap ibu dan lingkungan |
| Masa kanak-kanak awal (2-3 tahun) | Otonomi versus perasaan malu-malu dan keragu-raguan | Mengembangkan hasrat untuk membuat pilihan-pilihan dan pengontrolan diri untuk melaksanakan pilihan-pilihan itu |
| Tahun-tahun persekolahan (4-5 tahun) | Inisiatif versus perasaan bersalah | Menambah perencanaan untuk memilih ; menjadi aktif |
| Tahun-tahun sekolah dasar (6-12 tahun) | Kerajinan versus invioritas | Terbenam dalam tugas-tugas dan usaha-usaha produktif |
| Masa remaja | Indentitas versus kekacauan berperan | Menghubungkan keterampilan-keterampilan dan minat-minat terhadap pembentukkan tujuan-tujuan karir |
| Masa dewasa awal | Keintiman versus isolasi | Mengikat diri sendiri terhadap orang lain dalam suatu hubungan intim |
| Dewasa menengah | Generativitas versus stagnasi | Membutuhkan untuk dibutuhkan; membimbing generasi yang lebih muda; berjuang untuk menjadi lebih kreatif |
| Dewasa akhir | Integritas versus keputusasaan | Menerima tempatnya dalam siklus kehidupan; memperoleh kebijaksanaan dan martabat |
Ia mengumakakan delapan tahap perkembangan psikososial, setiap tahap kehidupan menggambarkan individu dengan tugas-tugas yang harus dicapai.
Dalam pandangan Erikson, tujuan masa remaja bukanlah seksualitas melainkan pencapaian identitas ego. Anak-anak yang mencapai identitas ego mengembangkan perasaan tertentu yang jelas dan kokoh tentang siapa mereka dan apa keyakinan mereka, sedangkan anak-anak remaja yang hanyut dalam keadaan yang kacau dalam peran dan sangat mudah di pengaruhi oleh pengaruh-pengaruh negative dari teman-teman sebaya nya.
Hail-hasil positif dalam tiap-tiap psikososial memberi sumbangan kepada kepribadian yang sehat. Misalnya, sehat membentuk kepercayaan dasar dalam lingkungan pada masa bayi, menjadi rajin pada tahun-tahun sekolah dasar, mengembangkan perencanaan dan tujuan-tujuan pada masa remaja, membentuk hubungan yang intim pada masa dewasa awal, menjadi produktif dan memberikan sumbangan kepada perkembangan generasi yang lebih muda pada masa dewasa menengah, dan seterusnya.
Daftar Pustaka
Caluin S. Hall & Gardner Linzey 2009. Teori-teori Pskikdinamik. Bandung : Kanisius
Bagus artikelnya,,, Terimakasih.... ^_^
BalasHapus