SEJARAH PEKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL
Penyakit mental sama usianya dengan manusia. Nenekmoyang homo sapiens mengalami gangguan-gangguan mental seperti halnya dengan homo sapiens sendiri. Sejak itu manusia dengan rasa putus asa selalu berusaha menjelaskan penyakit mental, mengatasinya dan memulihkan kesehatan mental. Awal mula penjelasannya sederhana, ia menghubungkan kekalutan-kekalutan mental dengan gejala-gejala alam, pengaruh buruk orang lain, atau roh-roh jahat.
Hanya perlu di ketahui disini sejarah yang tercatat melaporkan berbagai macam interpretasi mengenai penyakit mental dan cara-cara menguranginya atau menghilangkannya. Pada umunya hal tersebut mencerminkan tingkat pengetahuan dan kecendrungan-kecendrungan religious, filosofis, dan keyakinan-keyakinan serta ih awal dan masyarakat zaman itu. TIdak hera bahwa usaha-usaha lebih awal dalam mengnai masalah tersebut penuh dengan kesulitan, dan perkambangan ilmu kesehatan mental sendiri sangat lambat. Hal ini disebabkan oleh dua alasan, pertama : sifat dari masalah-masalah yang disebabkan oleh tingkah laku abnormal membuatnya menjadi hal tersendiri karena perasaan takut, malu, dan bersalah dalam keluarga-keluarga dan masyarakat dari pasien. Oleh karena itu, penanganan terhadap orang-orang yang sakit mental diserahkan kepada Negara atau lembaga agama yang menjadi pelindung baik tingkah laku kelompok maupun tingkah laku individu. Kedua : Perkembangan semua ilmu pengetahuan begitu lambat dan sporadic, dan banyak kemajuan sangat penting yang telah di capai mendapat perlawanan yang sangat keras. Ini merupakan hal yang khas bagi ilmu kesehatan mental dibandingkan dengan disiplin-disiplin ilmu yang lain. Meskipun benar bahwa pada masa-masa awal orang yang sakit mental dipahami secara salah atau sering di perlakukan dengan kurang baik, namun banyak orang normal/sehat bukanlah orang-orang yang paling bahagia.
Berikut beberapa Yunani yang terkenal di bidang kesehatan mental dapat di sebutkan di bawah ini :
Pythagoras (kurang lebih 500 SM)
Pythagoras merupakan orang yang pertama memberikan penjelasan alamiah terhadap penyakit mental. Ia melihat otak sebagai pusat intelijensi dan penyakit mental disebabkan oleh gangguan pada otak.
Hippokrates (460-377 SM)
Hippokrates yang sering disebut sebagai “Bapak Ilmu Kedokteran”. Berpendapat bahwa kekalutan mental disebabkan oleh hal-hal alamiah dan memerlukan perawatan seperti penyakit-penyakit lain. Di tekankan juga bahwa otak merupakan oorgan sentral kegiatan intelektual dan penyakit mental disebabkan oleh factor-faktor patologik tertentu.
Aristoteles (384-322 SM)
Ia menerima dasar fisiologis bagi penyakit mental seperti yang telah di ajarkan oleh Hippokrates. Meskipun ia melihat penyebab ada nya pengaruh psikologis, namun ia menolak nya, dan pengaruh nya begitu kuat pada pemikiran filosofis sehingga hamper 2000 tahun segi pandangnya melumpuhkan penyelidikan-penyelidikan lebih lanjut dari bidang ini.
Iskandar Agung (356-322 SM)
Ia mendirikan santorium-santorium bagi orang-orang yang sakit mental, dimana di sediakan pekerjaan, hiburan, dan olahraga, kebiasaan-kebiasaan yang di teruskan selama masa Yunani dan Romawi kemudian.
Daftar Pustaka
Semoun, Yustinus 2006. Kesehatan mental 1. Bandung : Kanisius
thx ya buat saran nya :D
BalasHapus