PENYESUAIAN
DIRI
Penyesuaian diri (adjustment) merupakan suatu
istilah yang sangat sulit untuk di definisikan karena penyesuaian diri
mengandung banyak arti, dan criteria menilai penyesuaian diri tidak dapat di
rumuskan secara jelas.
Dengan demikian, apabila kita mau menghilangkan
kekacauan atau salah pengertian mengenai apa itu penyesuaian diri, maka harus
menjelaskan konsep-konsep dasarnya, karena kalau tidak kita tidak dapat
melangkah lebih jauh untuk menentukan criteria, syarat, dan prinsip-prinsipnya
Penyesuaian Diri Sebagai Adaptasi
Secara historis arti istilah-istilah penyesuaian
diri sudah banyak mengalami perubahan. Karena kuatnya pengaruh pemikiran
evolusi pada psikologis, maka penyesuaian diri disamakan dengan adaptasi, yaitu
suatu tuntutan-tuntutan lingkungan. Meski terdapat persamaan antara kedua
istilah tersebut, namun proses penyesuaian diri yang kompleks tidak cocok
dengan konsep adaptasi biologis yang agak sederhana.
Penyesuaian
Diri dan Individualitas
Dalam mendefinisikan penyesuaian diri kita tidak
boleh melupakan perbedaan-perbedaan individual, sering kali norma-norma sosial
dan budaya begitu kaku untuk di turuti dengan baik. Misalnya, sering terjadi di
beberapa Negara. Orang yang tidak dapat menerima undang-undang obortus atau strelisasi
yang di keluarkan oleh Negara. Orang yang tidak dapat menerima undang-undang
ini tidak dapat di anggap sebagai orang yang tidak dapat menyesuaikan diri.
Norma-norma kelompok juga sangat berbeda-beda antara
kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lainnya. Dalam bidang penyesuaian
diri seksual. Misalnya, tabu-tabu dan kebiasaan-kebiasaan sosial sangat
berbeda-beda pada setiap masyarakat sehingga konsep penyesuaian diri yang baik
di bidang seksual mungkin dapat di terima dengan baik di kebudayaan barat dan
tidak dapat di terima di kebudayaan Indonesia
Definisi
Penyesuaian Diri
Dari segi pandangan psikologis, penyesuaian diri
memiliki banyak arti. Pemuasan kebutuhan, keterampilan dalam menangani frustasi
dan konflik ketenangan pikiran atau jiwa atau bahkan pembentukkan
simtom-simtom. Itu berarti belajar bagaimana bergaul dengan baik dengan orang
lain dan bagaimana menghadapi tuntutan-tuntutan pekerjaan. Tyson menyebut
hal-hal seperti, kemampuan untuk beradaptasi, kemampuan berinteraksi, kehidupan
yang seimbang, kemampuan untuk mengambil keuntungan dari pengalaman, toleransi
terhadap frustasi, humor, sikap yang tidak ekstrem, objekvitas, dan lain-lain.
Penyesuaian diri adalah cara individu atau khusus
organisme dalam bereaksi terhadap tuntutan-tuntutan dari dalam atau
situasi-situasi dari luar. Untuk beberapa orang mungkin reaksi ini melumpuhkan,
tidak efektif, atau bahkan patologik, sementara untuk orang lain reaki ini bisa
efesien, sehat, atau memuaskan.
Daftar
Pustaka
Drs.Yustinus Semiun, OFM 1873-2006.
Kesehatan Mental 1. London : Kanisius
PERTUMBUHAN
PERSONAL
Untuk memahami orang hidup sebagai
agen moral, kita perlu melihat pada pertumbuhan personal. Ini di temukan dalam
konsep konfusian tentang diri sebagai pusat hubungan interaksi, bukan sebagai
pusat yang statis secara struktur tetapi lebih dinmis, orang dapat melakukan
komunikasi dengan orang lain. Dalam arti ini, kita dapat memvisualisasikan
proses pertumbuhan personal sebagai tahapan-tahapan lingkaran konsentris yang
keluar dari diri kepada keluarga, tetangga, masyarakat, Negara, dunia, dan alam
semesta. Jadi proses keluar adalah seeorang melalui diri sebagai system
terbuka, mengembangkan potensi-potensi dirinya dalam bentuk kepedulian,
tanggung jawab, dan pandangan yang lebih kedepan.
Diri, dalam arti ini, terus
mengalami transformasi moral dalam arti kedewasaan dan pertumbuhan kepribadian.
Seseorang yang dewasa belajar melalui pengalaman untuk mengapresiasi diri tidak
hanya sebagai fisik tetapi juga pikiran, jiwa, dan spirt.
Daftar Pustaka