Kamis, 26 April 2012


PENYESUAIAN DIRI

Penyesuaian diri (adjustment) merupakan suatu istilah yang sangat sulit untuk di definisikan karena penyesuaian diri mengandung banyak arti, dan criteria menilai penyesuaian diri tidak dapat di rumuskan secara jelas.
Dengan demikian, apabila kita mau menghilangkan kekacauan atau salah pengertian mengenai apa itu penyesuaian diri, maka harus menjelaskan konsep-konsep dasarnya, karena kalau tidak kita tidak dapat melangkah lebih jauh untuk menentukan criteria, syarat, dan prinsip-prinsipnya

Penyesuaian Diri Sebagai Adaptasi

Secara historis arti istilah-istilah penyesuaian diri sudah banyak mengalami perubahan. Karena kuatnya pengaruh pemikiran evolusi pada psikologis, maka penyesuaian diri disamakan dengan adaptasi, yaitu suatu tuntutan-tuntutan lingkungan. Meski terdapat persamaan antara kedua istilah tersebut, namun proses penyesuaian diri yang kompleks tidak cocok dengan konsep adaptasi biologis yang agak sederhana.

Penyesuaian Diri dan Individualitas

Dalam mendefinisikan penyesuaian diri kita tidak boleh melupakan perbedaan-perbedaan individual, sering kali norma-norma sosial dan budaya begitu kaku untuk di turuti dengan baik. Misalnya, sering terjadi di beberapa Negara. Orang yang tidak dapat menerima undang-undang obortus atau strelisasi yang di keluarkan oleh Negara. Orang yang tidak dapat menerima undang-undang ini tidak dapat di anggap sebagai orang yang tidak dapat menyesuaikan diri.
Norma-norma kelompok juga sangat berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lainnya. Dalam bidang penyesuaian diri seksual. Misalnya, tabu-tabu dan kebiasaan-kebiasaan sosial sangat berbeda-beda pada setiap masyarakat sehingga konsep penyesuaian diri yang baik di bidang seksual mungkin dapat di terima dengan baik di kebudayaan barat dan tidak dapat di terima di kebudayaan Indonesia

Definisi Penyesuaian Diri

Dari segi pandangan psikologis, penyesuaian diri memiliki banyak arti. Pemuasan kebutuhan, keterampilan dalam menangani frustasi dan konflik ketenangan pikiran atau jiwa atau bahkan pembentukkan simtom-simtom. Itu berarti belajar bagaimana bergaul dengan baik dengan orang lain dan bagaimana menghadapi tuntutan-tuntutan pekerjaan. Tyson menyebut hal-hal seperti, kemampuan untuk beradaptasi, kemampuan berinteraksi, kehidupan yang seimbang, kemampuan untuk mengambil keuntungan dari pengalaman, toleransi terhadap frustasi, humor, sikap yang tidak ekstrem, objekvitas, dan lain-lain.
Penyesuaian diri adalah cara individu atau khusus organisme dalam bereaksi terhadap tuntutan-tuntutan dari dalam atau situasi-situasi dari luar. Untuk beberapa orang mungkin reaksi ini melumpuhkan, tidak efektif, atau bahkan patologik, sementara untuk orang lain reaki ini bisa efesien, sehat, atau memuaskan.
Daftar Pustaka
Drs.Yustinus Semiun, OFM 1873-2006. Kesehatan Mental 1. London : Kanisius

PERTUMBUHAN PERSONAL

Untuk memahami orang hidup sebagai agen moral, kita perlu melihat pada pertumbuhan personal. Ini di temukan dalam konsep konfusian tentang diri sebagai pusat hubungan interaksi, bukan sebagai pusat yang statis secara struktur tetapi lebih dinmis, orang dapat melakukan komunikasi dengan orang lain. Dalam arti ini, kita dapat memvisualisasikan proses pertumbuhan personal sebagai tahapan-tahapan lingkaran konsentris yang keluar dari diri kepada keluarga, tetangga, masyarakat, Negara, dunia, dan alam semesta. Jadi proses keluar adalah seeorang melalui diri sebagai system terbuka, mengembangkan potensi-potensi dirinya dalam bentuk kepedulian, tanggung jawab, dan pandangan yang lebih kedepan.
Diri, dalam arti ini, terus mengalami transformasi moral dalam arti kedewasaan dan pertumbuhan kepribadian. Seseorang yang dewasa belajar melalui pengalaman untuk mengapresiasi diri tidak hanya sebagai fisik tetapi juga pikiran, jiwa, dan spirt.
Daftar Pustaka
 Dr. Ibrahim 2000-2006.Etika Konfusianisme. Singapura : Teraju

Tidak ada komentar:

Posting Komentar