Kamis, 14 Juni 2012

Pendapat dan saran setelah melihat film-film yang di tampilkan oleh Ibu Dosen tercinta

Pendapat dan saran setelah melihat film-film yang di tampilkan oleh Ibu Dosen tercinta 

Saya terharu dan sangat sedih sekali dengan film-film yang di tampilkan oleh dosen kami. Dengan ada nya penayangan film-film tersebut tadi hati saya mulai terketuk untuk lebih giat lagi dalam mencapaian cita-cita yang saya inginkan dan hati saya pun sangat di kagetkan oleh adanya penayangan film-film tersebut akan kasih sayang kedua orang tua, selain itu film-film tersebut membawa saya untuk peduli terhadap sesama baik itu agama, suku, ras, dll.
Film-film tersebut juga sangat memotivasi saya ke hal yang lebih positive dan lebih maju untuk menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.
Terimakasih Ibu Dosen karena telah menyadarkan saya dengan adanya penayangan fil-film tersebut.

Kamis, 26 April 2012


PENYESUAIAN DIRI

Penyesuaian diri (adjustment) merupakan suatu istilah yang sangat sulit untuk di definisikan karena penyesuaian diri mengandung banyak arti, dan criteria menilai penyesuaian diri tidak dapat di rumuskan secara jelas.
Dengan demikian, apabila kita mau menghilangkan kekacauan atau salah pengertian mengenai apa itu penyesuaian diri, maka harus menjelaskan konsep-konsep dasarnya, karena kalau tidak kita tidak dapat melangkah lebih jauh untuk menentukan criteria, syarat, dan prinsip-prinsipnya

Penyesuaian Diri Sebagai Adaptasi

Secara historis arti istilah-istilah penyesuaian diri sudah banyak mengalami perubahan. Karena kuatnya pengaruh pemikiran evolusi pada psikologis, maka penyesuaian diri disamakan dengan adaptasi, yaitu suatu tuntutan-tuntutan lingkungan. Meski terdapat persamaan antara kedua istilah tersebut, namun proses penyesuaian diri yang kompleks tidak cocok dengan konsep adaptasi biologis yang agak sederhana.

Penyesuaian Diri dan Individualitas

Dalam mendefinisikan penyesuaian diri kita tidak boleh melupakan perbedaan-perbedaan individual, sering kali norma-norma sosial dan budaya begitu kaku untuk di turuti dengan baik. Misalnya, sering terjadi di beberapa Negara. Orang yang tidak dapat menerima undang-undang obortus atau strelisasi yang di keluarkan oleh Negara. Orang yang tidak dapat menerima undang-undang ini tidak dapat di anggap sebagai orang yang tidak dapat menyesuaikan diri.
Norma-norma kelompok juga sangat berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lainnya. Dalam bidang penyesuaian diri seksual. Misalnya, tabu-tabu dan kebiasaan-kebiasaan sosial sangat berbeda-beda pada setiap masyarakat sehingga konsep penyesuaian diri yang baik di bidang seksual mungkin dapat di terima dengan baik di kebudayaan barat dan tidak dapat di terima di kebudayaan Indonesia

Definisi Penyesuaian Diri

Dari segi pandangan psikologis, penyesuaian diri memiliki banyak arti. Pemuasan kebutuhan, keterampilan dalam menangani frustasi dan konflik ketenangan pikiran atau jiwa atau bahkan pembentukkan simtom-simtom. Itu berarti belajar bagaimana bergaul dengan baik dengan orang lain dan bagaimana menghadapi tuntutan-tuntutan pekerjaan. Tyson menyebut hal-hal seperti, kemampuan untuk beradaptasi, kemampuan berinteraksi, kehidupan yang seimbang, kemampuan untuk mengambil keuntungan dari pengalaman, toleransi terhadap frustasi, humor, sikap yang tidak ekstrem, objekvitas, dan lain-lain.
Penyesuaian diri adalah cara individu atau khusus organisme dalam bereaksi terhadap tuntutan-tuntutan dari dalam atau situasi-situasi dari luar. Untuk beberapa orang mungkin reaksi ini melumpuhkan, tidak efektif, atau bahkan patologik, sementara untuk orang lain reaki ini bisa efesien, sehat, atau memuaskan.
Daftar Pustaka
Drs.Yustinus Semiun, OFM 1873-2006. Kesehatan Mental 1. London : Kanisius

PERTUMBUHAN PERSONAL

Untuk memahami orang hidup sebagai agen moral, kita perlu melihat pada pertumbuhan personal. Ini di temukan dalam konsep konfusian tentang diri sebagai pusat hubungan interaksi, bukan sebagai pusat yang statis secara struktur tetapi lebih dinmis, orang dapat melakukan komunikasi dengan orang lain. Dalam arti ini, kita dapat memvisualisasikan proses pertumbuhan personal sebagai tahapan-tahapan lingkaran konsentris yang keluar dari diri kepada keluarga, tetangga, masyarakat, Negara, dunia, dan alam semesta. Jadi proses keluar adalah seeorang melalui diri sebagai system terbuka, mengembangkan potensi-potensi dirinya dalam bentuk kepedulian, tanggung jawab, dan pandangan yang lebih kedepan.
Diri, dalam arti ini, terus mengalami transformasi moral dalam arti kedewasaan dan pertumbuhan kepribadian. Seseorang yang dewasa belajar melalui pengalaman untuk mengapresiasi diri tidak hanya sebagai fisik tetapi juga pikiran, jiwa, dan spirt.
Daftar Pustaka
 Dr. Ibrahim 2000-2006.Etika Konfusianisme. Singapura : Teraju

Rabu, 04 April 2012

Kesehatan mental

Skizofrenia

Skizofrenia adalah penyakit dimana kepribadian mengalami keretakan, alam pikir, perasaan, dan perbuatan individu terganggu. Pada orang normal alam pikiran, perasaan, dan perbuatan ada kaitannya atau searah, tetapi pada penderita skizofrenia ketiga alam itu terputus, baik satu ataupun semuanya.
Gangguan jiwa sangat banyak jenisnya, tetapi yang di bedakan dari gangguan-gangguan lain dengan skizofrenia adalah seperti kerasukan setan.
Skizofrenia pada orang awam menyebutnya “gila” adalah sekelompok reaksi psikotis dengan pengunduran diri dari kehidupan sosial, gangguan emosional, dan efektif yang terkadang disertai halusinasi dan delusi serta tingkah laku yang negative atau merusak.
Gangguan skizofrenia merupakan penyakit yang sampai hari ini terus diselidiki oleh para ahli. Penyakit ini komplek mulai dari penyebab, gejala-gejala yang di tampakkannya, respons pengobatan sampai hsil pengobatannya. Problem psikososial yang terjadi dari penyakit ini sering kali karena ketidak tahuan masyarakat, khususnya dari keluarga si penderita.
Riset tentang skizofrenia, sebelum hadirnya pendekatan holistis terhadap skizofrenia, banyak mitos bahwa penyebab skizofrenia disebabkan oleh kutukan roh atau dewa, yang hanya bisa di sembuhkan melalui dukun atau medium shaman. Kedua menganggap penyakit skizofrenia adalah penyakit yang berbahaya dan selalu berbuat kekerasan.

Daftar pustaka                                     

Julianto Simanjuntak 2009. Konseling Gangguan Jiwa & Okultisme. Bandung: Gramedia pustaka utama.

Insomnia

Banyak penderita insomnia menghabiskan waktu terlalu banyak di tempat tidur. Mungkin disebabkan oleh perkiraan yang berlebihan atas kebutuhan tidur mereka, atau mengira bahwa menghabiskan waktu di tempat tidur itu lebih baik.
Waktu yang tepat untuk mengatur jadwal tidur-bangun dalam 24 jam sangat di pengaruhi kapan anda perlu bangun. Jadi, tetapkan waktu bangun anda. Hitung-mundur  jumlah jam yang ditetapkan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk tidur, lalu di tambah 30 menit, itulah waktu tidur anda.
Para ahli menyerankan anda tidur dengan posisi terlentang atau menyamping. Meminum kopi yang bercafein dapat membuat kita terjaga dan menghilangkan rasa ngantuk. Untuk tetap mendapatkan tidur yang nyaman dan nyenyak seringlah mengkonsumsi susu karena susu bisa membantu kita untuk tidak tidur di tengah malam atau susah tidur malam.
Daftar pustaka
Rahmat Rafiudin 2004. Insomnia dan Gangguan Tidur Lainnya. Jakarta: PT Alex Media komputindo


Tips-tips hidup sehat
1.      Pola makan yang teratur dengan makan-makanan yang bergizi
2.      Pola hidup yang sehat yang sudah di standari oleh TGS (Tumpeng Gizi Seimbang)
3.      Pola tidur yang teratur
4.      Aktivitas olahraga yang teratur (minimal seminggu dua kali)
5.      Hindari asap roko, hindari meroko, dan minum-minuman berakohol.

Daftar pustaka
P. Cahanar, Irwan Suhanda 2006. Makan sehat hidup sehat. Jakarta: Bukku Kompas

Rabu, 21 Maret 2012

Teori Perkembangan Kepribadian Freud


Teori Perkembangan Kepribadian Freud
Freud mungkin psikolog pertama yang menekankan aspek-aspek perkembangan kepribadian dan terutama menekankan peran yang menentukan dari tahun-tahun awal masa bayi dan kanak-kanak dalam meletakkan struktur watak dasar yang pribadi. Freud berpendapat bahwa kepribadian telah cukup terbentuk pada akhir tahun kelima, dan bahwa perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan elaborasi terhadap struktur dasar itu. Freud yakin bahwa “ anak adalah ayah manusia “. Freud lebih suka melakukan rekonstruksi tentang kehidupan masa silam seseorang berdasarkan evidensi yang terddapat dalam ingatan-kenangannya di masa dewasa.
Kepribadian berkembang sebai respons terhadap sumber tegangan pokok, yakni (1) proses-proses pertumbuhan fisiologis, (2) frustasi-frustasi, (3) konflik-konflik, dan (4) ancaman-ancaman. Proses belajar inilah yang di maksud sebagai perkembangan kepribadian.
Berikut adalah kronologi Freud tentang situasi-situasi bahaya
Priode
Situasi bahaya
Pengalaman ego tentang kecemasan
lahir
Perasaan umum tentang kebanjiran (flooding), distres, keadaan tak berdaya
Tidak menyadari dunia luar, tetapi kelangsungan hidup terancam
Tahun pertama
 (tahap oral)         
Takut kehilangan objek cinta (ibu)
Perasaan-perasaan akan ketidakberdayaan terjadi bila ibu tak kelihatan memahami bahwa ia di butuhkan untuk kelangsungan hidup
2-3 tahun
(tahap anal)
Takut kehilangan cinta dari objek
Belajar bahwa kelangsungan hidup dan kepuasan kebutuhan pada cinta dan perhatian ibu
4-6 tahun
(tahap phalik)
Ketakutan terhadap kastrasi dan kecemasan terhadap luka-luka
Dinamika oedipal menimbulkan ketakutan kastrasi karena hasrat untuk memiliki objek cinta secara eksklusif, serangan diantisipasikan
Tahap postoedipal – masa dewasa
Ketakutan terhadap kecemasan ; ketakutan terhadap penilaian-penialain diri negativ
Sesudah norma-norma orang tua di internalisasikan, super ego menilai usaha-usaha ego untuk memuaskan id , dan mungkin menghukum beberapa hasrat dan pikiran: takut menilai diri sendiri

Daftar pustaka
Drs. Yustinius semiun, OFM 1972-2005. Teori Kepribadian Dan Terapi Psikoanalitik Freud. New York : Kanisius

Teori Perkembangan Erikson


Teori Perkembangan Erikson
Erikson adalah seorang tokoh sentral dalam teori psikoanalitik kontemporer. Ia menekankan hubungan sosial antara anak-anak, bukan proses tak sadar. Pandangan erikoson yang sanngat penting adalah tentang tahap-tahap perkembangan.
Tahap-tahap perkembangan menurut Erikson :
Priode waktu
Krisis kehidupan
Tugas perkembangan
Masa bayi (0-1 tahun)
Kepercayaan versus kecurigaan
Mengembangkan kepercayaan terhadap ibu dan lingkungan
Masa kanak-kanak awal (2-3 tahun)
Otonomi versus perasaan malu-malu dan keragu-raguan
Mengembangkan hasrat untuk membuat pilihan-pilihan dan pengontrolan diri untuk melaksanakan pilihan-pilihan itu
Tahun-tahun persekolahan (4-5 tahun)
Inisiatif versus perasaan bersalah
Menambah perencanaan untuk memilih ; menjadi aktif
Tahun-tahun sekolah dasar (6-12 tahun)
Kerajinan versus invioritas
Terbenam dalam tugas-tugas dan usaha-usaha produktif
Masa remaja
Indentitas versus kekacauan berperan
Menghubungkan keterampilan-keterampilan dan minat-minat terhadap pembentukkan tujuan-tujuan karir
Masa dewasa awal
Keintiman versus isolasi
Mengikat diri sendiri terhadap orang lain dalam suatu hubungan intim
Dewasa menengah
Generativitas versus stagnasi
Membutuhkan untuk dibutuhkan; membimbing generasi yang lebih muda; berjuang untuk menjadi lebih kreatif
Dewasa akhir
Integritas versus keputusasaan
Menerima tempatnya dalam siklus kehidupan; memperoleh kebijaksanaan dan martabat

Ia mengumakakan delapan tahap perkembangan psikososial, setiap tahap kehidupan menggambarkan individu dengan tugas-tugas yang harus dicapai.
Dalam pandangan Erikson, tujuan masa remaja bukanlah seksualitas melainkan pencapaian identitas ego. Anak-anak yang mencapai identitas ego mengembangkan perasaan tertentu yang jelas dan kokoh tentang siapa mereka dan apa keyakinan mereka, sedangkan anak-anak remaja yang hanyut dalam keadaan yang kacau dalam peran dan sangat mudah di pengaruhi oleh pengaruh-pengaruh negative dari teman-teman sebaya nya.
Hail-hasil positif dalam tiap-tiap psikososial memberi sumbangan kepada kepribadian yang sehat. Misalnya, sehat membentuk kepercayaan dasar dalam lingkungan pada masa bayi, menjadi rajin pada tahun-tahun sekolah dasar, mengembangkan perencanaan dan tujuan-tujuan pada masa remaja, membentuk hubungan yang intim pada masa dewasa awal, menjadi produktif dan memberikan sumbangan kepada perkembangan generasi yang lebih muda pada masa dewasa menengah, dan seterusnya.

Daftar Pustaka
Caluin S. Hall & Gardner Linzey 2009. Teori-teori Pskikdinamik. Bandung : Kanisius

Sejarah Perkembangan Mental


SEJARAH PEKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL
Penyakit mental sama usianya dengan manusia. Nenekmoyang homo sapiens mengalami gangguan-gangguan mental seperti halnya dengan homo sapiens sendiri. Sejak itu manusia dengan rasa putus asa selalu berusaha menjelaskan penyakit mental, mengatasinya dan memulihkan kesehatan mental. Awal mula penjelasannya sederhana, ia menghubungkan kekalutan-kekalutan mental dengan gejala-gejala alam, pengaruh buruk orang lain, atau roh-roh jahat.
Hanya perlu di ketahui disini sejarah yang tercatat melaporkan berbagai macam interpretasi mengenai penyakit mental dan cara-cara menguranginya atau menghilangkannya. Pada umunya hal tersebut mencerminkan tingkat pengetahuan dan kecendrungan-kecendrungan religious, filosofis, dan keyakinan-keyakinan serta ih awal dan masyarakat zaman itu. TIdak hera bahwa usaha-usaha lebih awal dalam mengnai masalah tersebut penuh dengan kesulitan, dan perkambangan ilmu kesehatan mental sendiri sangat lambat. Hal ini disebabkan oleh dua alasan, pertama : sifat dari masalah-masalah yang disebabkan oleh tingkah laku abnormal membuatnya menjadi hal tersendiri karena perasaan takut, malu, dan bersalah dalam keluarga-keluarga dan masyarakat dari pasien. Oleh karena itu, penanganan terhadap orang-orang yang sakit mental diserahkan kepada Negara atau lembaga agama yang menjadi pelindung baik tingkah laku kelompok maupun tingkah laku individu. Kedua : Perkembangan semua ilmu pengetahuan begitu lambat dan sporadic, dan banyak kemajuan sangat penting yang telah di capai mendapat perlawanan yang sangat keras. Ini merupakan hal yang khas bagi ilmu kesehatan mental dibandingkan dengan disiplin-disiplin ilmu yang lain. Meskipun benar bahwa pada masa-masa awal orang yang sakit mental dipahami secara salah atau sering di perlakukan dengan kurang baik, namun banyak orang normal/sehat bukanlah orang-orang yang paling bahagia.
Berikut beberapa Yunani yang terkenal di bidang kesehatan mental dapat di sebutkan di bawah ini :
Pythagoras (kurang lebih 500 SM)
Pythagoras merupakan orang yang pertama memberikan penjelasan alamiah terhadap penyakit mental. Ia melihat otak sebagai pusat intelijensi dan penyakit mental disebabkan oleh gangguan pada otak.
Hippokrates (460-377 SM)
Hippokrates yang sering disebut sebagai “Bapak Ilmu Kedokteran”.  Berpendapat bahwa kekalutan mental disebabkan oleh hal-hal alamiah dan memerlukan perawatan seperti penyakit-penyakit lain. Di tekankan juga bahwa otak merupakan oorgan sentral kegiatan intelektual dan penyakit mental disebabkan oleh factor-faktor patologik tertentu.
Aristoteles (384-322 SM)
Ia menerima dasar fisiologis bagi penyakit mental seperti yang telah di ajarkan oleh Hippokrates. Meskipun ia melihat penyebab ada nya pengaruh psikologis, namun ia menolak nya, dan pengaruh nya begitu kuat pada pemikiran filosofis sehingga hamper 2000 tahun segi pandangnya melumpuhkan penyelidikan-penyelidikan lebih lanjut dari bidang ini.

Iskandar Agung (356-322 SM)
Ia mendirikan santorium-santorium bagi orang-orang yang sakit mental, dimana di sediakan pekerjaan, hiburan, dan olahraga, kebiasaan-kebiasaan yang di teruskan selama masa Yunani dan Romawi kemudian.
Daftar Pustaka
Semoun, Yustinus 2006. Kesehatan mental 1. Bandung : Kanisius